MAB-Indonesia:

Mensinergikan Konservasi Keanekaragaman Hayati, Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Budaya Nusantara untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia.!

Dukung kegiatan pengelolaan kawasan cagar biosfer di Indonesia:

  • Create Account
You are here: Home Cagar Biosfer 6. Lore Lindu

Lore Lindu

Cagar Biosfer Lore Rindu

 

Cagar Biosfer Lore Lindu memiliki berbagai tipe ekosistem yaitu ekosistem hutan pamah tropika, hutan pegunungan bawah, hutan pegunungan sampai hutan dengan komposisi jenis yang berbeda. Tumbuhan yang dapat dijumpai di hutan pamah tropika dan pegunungan bawah antara lain Pterospermum celebicum, Cananga odorata, Gnetum gnemon, Castanopsis argentea, Agathis philippinensis dan Philoclados hypophyllus.

 

Hutan sub-alpin yang berada diatas ketinggian 2.000 m, keadaan hutannya sering berkabut dan pohonnya kerdil juga banyak ditumbuhi lumut. Di dalam kawasan taman nasional terkandung berbagai ragam satwa. Lebih dari 50% satwa yang terdapat di kawasan ini merupakan satwa endemik seperti babi rusa (Babyrousa babirussa), tarsius (Tarsius spectrum), musang coklat sulawesi (Macrogalidia musschenbrockii), tikus sulawesi (Rattus celebensis), maleo (Macrocephalon maleo), ular emas (Elaphe erythrura), katak sulawesi (Bufo celebensis), dan ikan betok (Anabas testudinata). Disamping kekayaan dan keunikan sumberdaya alam hayati, taman nasional ini juga memiliki kumpulan batuan megalitik yang bagus yang merupakan salah satu monumen megalitik terbaik di Indonesia. Taman Nasional Lore Lindu mendapat dukungan internasional, karena ditetapkan sebagai salah satu Cagar Biosfir oleh UNESCO.

 

Beberapa lokasi/objek yang menarik untuk dikunjungi :

 

  1. Lembah Besoa. Melihat habitat maleo, megalit dan rekreasi.
  2. Danau Lindu, Gimpu, Wuasa, Bada. Bersampan dan pengamatan satwa burung.
  3. Lembah Saluki, Lembah Bada, Lembah Napu. Melihat berbagai batu megalit.
  4. Gunung Nokilalaki, Gunung Rorekatimbo. Pendakian dan berkemah.
  5. Danau Lewuto. Danau dan melihat peninggalan mayat Moradino.
  6. Dongi-dongi, Kamarora. Berkemah, air panas, lintas hutan, pengamatan satwa.
  7. Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Danau Poso pada bulan Agustus.

 


Musim kunjungan terbaik : pada bulan Juli s/d September.

Cara pencapaian lokasi :

 

  • Dapat dicapai dengan kendaraan roda empat : Palu-Kamarora (50 km) dengan waktu tempuh 2,5 jam, Palu-Wuasa (100 km) 5 jam dan Wuasa-Besoa (50 km) 4 jam. Palu-Kulawi (80 km) 6 jam.

  • Perjalanan di dalam kawasan dapat dilakukan dengan jalan kaki ataupun dengan naik kuda dengan route : Gimpu-Besoa-Bada selama 3 hari dan Saluki (Sidaonta) - Danau Lindu selama 1 hari.

 

Temperatur udara 220 - 340 C.
Curah hujan 2.000 – 3.000 mm/tahun.
Ketinggian tempat 500 – 2.600 m dpl.

 

Diumumkan Menteri Pertanian, tahun 1982 dengan luas 231.000 hektar Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 593/Kpts- II/1993 dengan luas 229.000 hektar Letak Kab. Donggala dan Kab. Poso, Propinsi Sulawesi Tengah.

Kantor : Jl. Mawar No.10
Palu 94111, Sulawesi Tengah
Telp./Fax (0451) 423608
e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

003536

Your IP: 192.168.0.135
Server Time: 2017-11-25 07:36:12

Our Blog News

Find Us On

Contact Us

Head Office:

4th Fl Kusnoto Build, Jl. Juanda No. 18, Bogor 16002

Telephone:

(62) 251-8325854

Email:

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.