MAB-Indonesia:

Mensinergikan Konservasi Keanekaragaman Hayati, Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Budaya Nusantara untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia.!

Dukung kegiatan pengelolaan kawasan cagar biosfer di Indonesia:

  • Create Account
You are here: Home Cagar Biosfer 2. Leuser

Leuser

Cagar Biosfer Gunung Leuser

 

Cagar Biosfer Leuser merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan pantai, dan hutan hujan tropika dataran rendah sampai pegunungan.

 

Hampir seluruh kawasan ditutupi oleh lebatnya hutan Dipterocarpaceae dengan beberapa sungai dan air terjun. Terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga Rafflesia (Rafflesia atjehensis) dan Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.

 

Satwa langka dan dilindungi yang terdapat pada hutan Taman Nasional Gunung Leuser antara lain orangutan (Pongo pygmaeus abelii), siamang (Hylobates syndactylus), gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis), badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), harimau loreng (Panthera tigris), kambing hutan (Capricornis sp), rangkong (Buceros bicornis), dan rusa sambar (Cervus unicolor).

 

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar biosfir. Berdasarkan kerjasama Indonesia-Malaysia, juga ditetapkan sebagai "Sister Parks" dengan Taman Negara National Park (Malaysia).

 

Beberapa lokasi/objek yang menarik untuk dikunjungi :

 

  1. Gurah. Melihat dan menikmati panorama alam, lembah, sumber air panas, danau, air terjun, pengamatan satwa dan tumbuhan seperti bunga Rafflesia, orangutan, burung, ular dan kupu-kupu. Rehabilitasi orang utan Bohorok. Melihat orang utan yang sedang diberi makan, selain itu terdapat panorama sungai, bumi perkemahan, dan pengamatan burung. Kluet. Bersampan di sungai dan danau, trekking pada hutan pantai dan wisata goa. Daerah ini merupakan basis harimau. Sekundur. Berkemah, wisata goa dan pengamatan satwa. Ketambe dan Suak Belimbing. Penelitian primata dan satwa lain yang dilengkapi rumah peneliti dan perpustakaan. Gunung Leuser (3.404 m dpl.), dan Gn. Kemiri (3.314 m dpl.). Memanjat dan mendaki gunung. Arung jeram di Sungai Alas. Kegiatan arung jeram dari Gurah-Muara Situlen-Gelombang selama 3 hari.

  2. Atraksi budaya di luar taman nasional antara lain Festival Danau Toba pada bulan Juni di Danau Toba dan Festival Budaya Melayu pada bulan Juli di Medan.

 

Musim kunjungan terbaik : pada bulan Juni s/d Oktober.

 

Cara pencapaian lokasi :

 

  • Medan-Kutacane berjarak ± 240 km atau 8 jam dengan mobil.
  • Kutacane-Gurah/Ketambe berjarak ± 35 km atau 30 menit dengan mobil.
  • Medan-Bohorok/Bukit Lawang berjarak ± 60 km atau 1 jam dengan mobil.
  • Medan-Sei Betung/Sekundur berjarak ± 150 km atau 2 jam dengan mobil.
  • Medan-Tapaktuan berjarak ± 260 km atau 10 jam dengan mobil.

 

Fasilitas yang ada : kantor, pondok kerja, pondok jaga, wisma tamu, wisma peneliti, jalan trail/patroli, bumi perkemahan, laboratorium, menara pandang dan lain-lain.

 

Ditunjuk oleh Menteri Kehutanan, SK No. 276/Kpts-VI/1997 dengan luas 1.094.692 hektar. Terletak di Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi D.I. Aceh. Temperatur udara 210 - 280 C, curah hujan 2.000 - 3.200 mm/tahun dan ketinggian tempat 0 - 3.381 m dpl.

Kantor : Jl. Raya Blangkejeren No. 37
Tanah Merah KM 3 PO. Box 16
Kutacane – DI Aceh.
Telp. (0629) 21358 Fax No. 21016
E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

003524

Your IP: 192.168.0.135
Server Time: 2017-11-25 07:34:55

Our Blog News

Find Us On

Contact Us

Head Office:

4th Fl Kusnoto Build, Jl. Juanda No. 18, Bogor 16002

Telephone:

(62) 251-8325854

Email:

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.